Rabu, 09 Desember 2015

PERANAN MIKROORGANISME DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Mikroorganisme adalah makhluk hidup yang masih sederhana dan bersifat mikroskopis. Mereka hanya bisa teramati dengan menggunakan mikroskop cahaya ataupun mikroskop elektron. Dari berbagai macam mikroorganisme , akan dipelajari empat macam mikroorganisme yaitu : virus, bakteri, protista, dan jamur/ fungi.
VIRUS
Ciri-ciri virus :
– ditemukan pertama kali oleh Adolf Mayer (Jerman, 1883)
– bersifat metaorganisme / makhluk peralihan antara yang hidup dan yang mati
– bersifat hidup karena dapat berkembang biak serta terdiri dari asam nukleat ADN atau ARN
– bersifat benda mati katena belum berupa sel dan dapat dikristalkan
– berukuran sangat kecil
– berkembang biak pada organisme lain
– selalu hidup sebagai parasit
– Bbentuknya bermacam-macam seperti bulat, batang, dan bentuk T
Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia
Virus dapat memiliki peranan positif sekaligus negatif dalam kehidupan manusia. Peranannya adalah sebagai berikut :
Peranan negatif / merugikan
nama virus penyakit yang ditimbulkan
a. Penyebab penyakit pada manusia
1 Virus Influensa (kelompok Orthomyxovirus) penyebab influensa/ flu
2. Virus dengue (Kelompok Flavivirus) penyebab demam berdarah
3 Rubivirus (kelompok Togavirus) penyeba rubella
4 Poliovirus (Kelompok Pocarnavirus) penyeba polio
5 Virus Rubeola (Kelompok Paramyxovirus) penyeba campak
6. Virus hepatitis A (Kelompok Picornavirus) penyebab Hepatitis A
7. Virus Hepatitis B (Kelompok Hepadnavirus)  penyebab Hepatitis B
8 Virus Hepatitis C (Kelompok Flavivirus)  penyebab Hepatitis C
9 HSV / Herpes Simplex Virus (Kelompok
Herpes virus)  penyebab Herpes
10 HIV /Human Immunodeficiency Virus (Kelompok Retrovirus) penyebab AIDS (Acquored Immuno Deficiency Sindrome)
b.Penyebab penyakit pada hewan
1. RSV /Rous Sarcoma Virus (Kelompok Retrovirus)  penyebab Kanker pada ayam
2 Virus Rab ies (Kelompok Rhabdovirus)  penyebab Rabies pada hewan
3. Virus coxsackie A-16 (Kelompok Picornavirus)  penyebab Food and Mouth Disease
4 NDV / Newcastle Disease Virus (Kelompok Paramyxivirus)   penyebab Tetelo pada ayam
c.Penyebab penyakit pada tumbuhan
1 TMV/ Tobacco Mozaic Virus Penyakit, kerdil, bercak kuning tembakau
2 BYV / Beet Yellow Virus (Kelompok Luteovirus) Penyakit tanaman pada aster
3 Virus Tungro Kerdil pada padi
4 CVPD / Citrus Vein Phloem Degeneratin Penyakit pada tanaman jeruk
Peranan positif / menguntungkan
1 Penghasil vaksin rabies, vaksin MMR (Measles, Mumps, and Rubella) guna pencegahan penyalit campak, gondong, dan rubelle/ campak jerman
2. Kloning gen, guna penyembuhan diabetes dan kanker
BAKTERI
Ciri-ciri Bakteri :
– berasal dari kata bakterion (Yunani) yang berarti tongkat/batang kecil
– ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek
– mikroorganisme sati sel/uniseluler
– prokariotik/ tidak memiliki membaran inti sel
– ukuran 0,5 – 1 mili mikron
– sebagian besar tidak berklorofil, beberapa mampu berfotosintesis
– bentuknya bermacam-macam : batang (basil), bulat (coccus), dan spiral (spirila)
– hidup di tempat lembab
– perkembangbiakannya cepat
Peranan Bakteri dalam Kehidupan Manusia
Bakteri dalam kehidupan manusia juga memiliki peranan baik yang positif maupun yang negatif
Peranan negatif / merugikan
No Nama Bakteri Penyakit yang ditimbulkan
a.Penyebab penyakit pada menusia
1 Diplococcus pneumoniae penyebab bronkhitis dan radang paru-paru
2. Neisseria gonorrhoeae  penyebab penyakit gonorrhoeae/ penyakit kelamin
3 Streptococcus mutans  penyebab penyakit gigi berlubang
4 Propionibacterium acnes penyebab jerawat
5 Salmonella typhi penyebab tifus
6. Mycobacterium leprae penyebab lepra
7. Clostridium tetani penyebab tetanus
8 Pasteurella pestis penyebab pes
9 Shigella dysentriae penyebab disentri
10 Vibrio cholerae penyebab kolera
11 Treponema pallidum penyebab sifilis
b.Penyebab penyakit pada hewan
1 Streptococcus agalactia penyebab radang payudara sapi
2 Bacillus anthracis penyebab antrak pada hewan
3 Actinomyces bovis penyebab bengkak rahang sapi
4 Vibrio fetus  penyebab abortus pada domba
5 Cytopaga columnaris  penyebab penyakit pada ikan
c.Penyebab penyakit pada tumbuhan
1 Xanthomonas oryzae  penyebab penyakit pucuk batang padi
2 Xanthomonas campestris  penyebab penyakit pada kubis
3 Pseudomonas solanacearum  penyebab layu pada tanaman terung
4 Erwinia carotovora penyebab  busuk pada buah
d.Penyebab kerusakan bahan makanan
1 Acetobacter sp mengubah etanol menjadi asam cuka
2 Pseudomonas sp membentuk asam bongkrek yang menyababkan racun pada tempe bongkrek
3 Clostridium botulinum membusukkan makanan menghasilkan racun botulin yang merusak saraf dan berakibat kematian
Peranan positif / menguntungkan
No Nama Bakteri Peranan
1 Bakteri dekomposer menguraikan sisa organisme
2. Escherichia coli membusukkan makanan di usus besar
3 Nitrosococcus dan Nitrosomonas membentuk nitrit dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah
4 Rhizobium bersimbiosis dengan akar kacang-kacangan untuk mengikat nitrogen bebas yang meningkatkan kesuburan
5 Streptomyces aureofacien menghasil antibiotik aeuromisin
6. Streptomyces griceus menghasil antibiotik streptomisin
7. Methanobacterium penghasil gas metan / biogas
8 Clostridium acetobutylicum berperan dalam pembuatan aceton dan butanol
9 Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus berperan dalam pembuatan yoghurt
10 Lactobacillus casei berperan dalam pembuatan susu asam dan sebagai prebiotik
11 Acetobacter xylinum berperan dalam pembuatan nata de coco
12 Sterpococcus lactis berperan dalam pembuatan mentega
13 Acetobacter sp berperan dalam pembuatan asam cuka
14 Baktyeri penghasil vaksin benghasilkan vaksin kolera, vaksin BCG untuk mencegah TBC, vaksin DPT (diphteria, pertusis, dan tetanus) untuk mencegah penyakit difteri, batuk rejan, dan tetanus
Guna mencegah serangan bakteri pada manusia dan yang menyebabkan penyakit perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan, sterilisasi, imunisasi, vaksinasi, dan pemberian desinfektan pada alat-alat yang akan dipakai dengan memberi alkohol, risol, maupun karbol. Untuk pencegahan serangan bakteri pada kerusakan makanan dan bahan makanan perlu dilakukan langkah-langkah pengawetan makanan seperti dengan pemanasan, pendinginan, pengasapan, pemberian zat pengawet, diasinkan, dimaniskan, dikeringkan atau yang merupakan kombinasinya.
PROTISTA
Protista merupakan kingdom dengan ciri khas sudah memiliki dinding inti sel atau bersifat eukaryotik. Protista dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
1. Protista yang menyerupai hewan (Protozoa)
2. Protista yang menyerupai jamur
3. Protista yang menyerupai tumbuhan (Algae)
Protista ada yang bersifat uniseluler maupun multiseluler, ada yang mikroskopis namun ada juga yang makroskopis.
a.Protista yang menyerupai Hewan (Protozoa)
Ciri-ciri protozoa :
– berasal dari kata proto (pertama) dan zoa (hewan)
– ukuran 10 – 20 milimikron
– bentuknya bermacam-macam, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah
– uniseluler dan tidak berklorofil
– hidup di tempat basah dan berair atau menjadi parasit pada makhluk hidup
– ada yang dapat membentuk kista sebagai adaptasi pada situasi kekeringan
– protozoa dikelompokkan berdasarkan alat geraknya yaitu : Rhizopoda/ Pseudopoda/ Sarcodina adalah protozoa yang bergerak dengan kaki semu, Ciliata/ Ciliopora adalah protozoa yang bergerak dengan cilia/ rambut getar, Flagellata/ Mastigopora adalah Protozoa yang bergerak dengan flagel, dan Sporozoa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak
Peranan Protozoa yang positif / menguntungkan
No Nama Protozoa Peranan
1 Stentor untuk pengolahan limbah
2. Amoeba proteus untuk dekomposer/ pengurai sisa organisme
Peranan Protozoa yang negatif / merugikan
No Nama Protozoa Peranan
1 Entamoeba ginggivalis menyebabkan radang gusi
2. Entamoeba histolytica menyebabkan disentri
3 Balantidium coli menyebabkan balantidiosis (diare pada ternak ) parasit pada usus besar
4 Trypanosoma brucei gambiense dan Trypanosoma brucei rhodosiense penyebab penyakit tidur dengan vektor lalat Glosina palpalis
5 Trypanosoma evansi penyebab penyakit surrah pada ternak vektornya lalat Tabanidae
6 Trypanosoma bruceibrucei penyebab penyakit Nagana pada ternak
7 Leishmania donovani penyebab penyakit kalaazar vektornya serangga sandfly
8 Trichomonas vaginalis penyebab penyakit saluran kelamin pada pria maupun wanita
9 Toxoplasma gondii penyebab penyakit toksoplasmamosis yang berbahaya bagi wanita hamil karena dapat menimbulkan cacat pada janin
10 Plasmodium vivax penyebab penyakit malaria tertiana
11 Plasmodium malariae penyebab malaria kuartana
12 Plasmodium falcifarum penyebab penyakit malaria tropica
b.Protista yang Menyerupai Tumbuhan (Algae / ganggang)
Ciri-ciri Algae :
– Protista berklorofil dan dapat berfotosintesia
– sebagai produsen dalam ekosistem
– ada yang uniseluler dan multiseluler
– ada yang berukuran sangat besar
– algae dibedakan berdasarkan alat gerak serta pigmen yang dikandungnya yaitu : Euglenophyta (memiliki flagelata), Dinoflagellata (ganggang api), Chrysophyta (ganggang keemasan), Chlorophyata (ganggang hijau), Phaeophyata (ganggang cokelat), dan Rhodophyta (ganggang merah)
Peranan Protista yang positif / menguntungkan
Nama algae Peranan
1 Diatomae bahan penggosok metal, campuran semen, pembuat saringan untuk pemrosesan minyak nabati dan gula
2. Ganggang merah sumber vitamin A dan C serta untuk membuat agar-agar
3 Chlorella merupakan sumber protein sel tunggal (PST)
Peranan Protista yang negatif / merugikan
No Nama algae Peranan
1 Gymnodium breve menghasilkan toksin yang dapat membunuh biota air
2. Berbagai species algae menyebabkan blooming dan menurunkan kadar oksigen dalam air sehingga banyak biota air yang mati
c. Protista yang menyerupai jamur
Ciri-ciri :
– memiliki miselium dan berkembang biak denganh spora
– terdiri atas Oomycota (jamur air) dan Myxomycota (jamur lendir)
Peranan Protista yang menyerupai jamur yang positif / menguntungkan
No Nama protista menyerupai jamur Peranan
1 Physarium polycephalum dekomposer
Peranan Protista yang menyerupai jamur negatif / merugikan
No Nama protista menyerupai jamur Peranan
1 Phytophora infestans parasit pada tanaman kentang
FUNGI / JAMUR
Ciri-ciri Fungi / jamur :
– Eukariotik, beraneka ragam
– hidup di tempat lembab dan banyak mengandung senyawa organik
– dapat menyesuaikan diri pada cuaca kekeringan
– ada yang uniseluler (khamir) dan ada yang multiseluler
– terdiri dari hifa dan membentuk jalinan miselium
– beberapa jamur membentuk tubuh buah
– jamur dikelompokkan menjadi empat filum berdasarkan cara reproduksi generatifnya / jenis spora seksualnya. Pengelompokkannya adalah Chytridiomycota ( reproduksi adalah spora berflagel), Zygomycota (menggunakan zygospora), Ascomycota ( dengan (ascospora), Basidiomycota (dengan basidiospora), Deuteromycota/ fungi imperfecti (belum memiliki alat reproduksi generatif).
Peranan Jamur yang positif / menguntungkan
no nama Jamur peranan
1 Rhizopus orizae berperan dalam pembuatan tempe
2. Mucor javanicus berperan dalam pembuatan tape
3 Neurospora crassa berperan dalam pembuatan oncom
4 Aspergillus wentii berperan dalam pembuatan kecap
5 Saccharomyces cerevisiae untuk pengembang roti dan untuk membuat minuman beralkohol
6 Penicillium notatum penghasil antibiotik penisilin
7 Cephalosporium sp penghasil antibiotik cefalosporin
8 Auricularia polytrica (jamur kuping), Volvariella vovacea (jamur merang), Lentinula edodes (jamur shintake), Pleurotus sp (jamur tiram) menjadi bahan pangan
Peranan Jamur yang negatif / merugikan
No Nama jamur Peranan
1 Candica albicans penyebab keputihan pada wanita
2. Amanita penghasil toksin/ racun yang mematikan
3 Aspergillus falvus penghasil aflatoksin yang bersifat racun dan mematikan
4 Claviceps purpurea infeksi pada bunga serealia
5 Monilia fruticola penyebab penyakit pada buah persik
6 Ustilago maydis parasit pada tanaman jagung
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
 
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan kepada pemikiran para ahli dalam mengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan syarat internasional. Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.

1. Definisi Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup didefinisikan oleh Ernst Mayr sebagai “Pengaturan entitas dalam serangkaian kelas hierarkis, di mana kelas-kelas yang hampir sama atau terkait pada satu tingkat hierarki digabungkan secara komprehensif menjadi lebih inklusif di level kelas yang lebih tinggi.” Kelas didefinisikan sebagai "kumpulan entitas yang sama".
2. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup
Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain.
  3. Menyederhanakan objek studi. Penyederhanaan objek studi sangat membantu dalam mengenali atau mempelajari makhluk hidup yang begitu banyak dan beraneka ragam sifat serta ciri-cirinya.
  4. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup.
  5. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.
3. Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
  1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
  2. Mengetahui jenis-jenis makhluk hidup.
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.
4. Tata Nama Ilmiah Makhluk Hidup
Nama ilmiah makhluk hidup diambil dari genus dan spesies dalam klasifikasi makhluk hidup. Berikut adalah tata nama ilmiah makhluk hidup:
  1. Menggunakan bahasa Latin
  2. Terdiri dari 2 kata dan masing-masing diambil dari genus dan spesies dari klasifikasi makhluk hidup tersebut.
  3. Genus terletak di kata pertama
  4. Spesies terletak di kata kedua
  5. Dicetak miring atau diisi garis bawah
  6. Huruf pertama pada kata pertama harus kapital
  7. Huruf pertama pada kata kedua tidak kapital
Contoh adalah Oryza sativa yaitu nama ilmiah tanaman padi. Oryza menunjukkan genus dan sativa merupakan penunjuk spesies tanaman tersebut.
5. Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan.
Jadi, dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut.

5.1. Berdasarkan Persamaan

Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu,sayap, dan paruh.

5.2. Berdasarkan Perbedaan

Apabila kita mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis makanannya, maka ayam termasuk herbivora, sedangkan elang termasuk golongan karnivora, yaitu pemakan daging.

5.3. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi

Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat dilakukan adalah mengamati bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk paruh dan jumlah sayap. Apabila hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang dapat diamati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lain-lain.
Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila kita mengamati dari ada tidaknya sel trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini dinamakan ciri anatomi.

5.4. Berdasarkan Ciri Biokimia

Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup selain berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenis-jenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya.

5.5. Berdasarkan Manfaat

Tujuan pengelompokan ini adalah untuk memudahkan kita memanfaatkan suatu makhluk hidup.
6. Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup
Tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup yang dilakukan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut:
  1. Pencandraan atau identifikasi, yaitu proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup yang akan diklasifikasi.
  2. Pengelompokan, yaitu mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.  Mahluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam satu kelompok yang sama yang disebut dengan takson.
  3. Pemberian nama takson. Mahluk hidup yang telah dikelompokkan tadi, selanjutnya diberi nama untuk mempermudah kita mengenal ciri-ciri suatu kelompok mahluk hidup tertentu.
Linnaeus memperkenalkan  hierarkki (tingkat) takson untuk mengelompokkan makhluk hidup. Hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah :
  1. Kingdom (kerajaan)
  2. Phylum (Filum) untuk hewan, atau Divisio (Divisi) untuk tumbuhan
  3. Classis (Kelas)
  4. Ordo (Bangsa)
  5. Familia(Keluarga/Suku)
  6. Genus (Marga)
  7. Spesies (Jenis)
7. Penggolongan Klasifikasi Makhluk Hidup
sistem klasifikasi, dapat digolongkan menjadi tiga golongan/kelompok, yaitu sistem alami, sistem buatan, dan sistem filogenik.

7.1. Klasifikasi Sistem Alami

Kita sudah mengetahui bahwa klasifikasi pada dasarnya berpijak dari adanya persamaan. Hal ini dapat kita ketahui dengan mengamati makhluk hidup secara morfologi. Misalnya, kita mengamati binatang kucing, anjing, sapi, kuda, dan harimau. 
Jika kita lihat secara alami, dapat kita ketahui bahwa kelima binatang itu mempunyai empat kaki, sehingga membentuk suatu kelompok seperti yang dikehendaki alam, yaitu kelompok binatang yang berkaki empat. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa klasifikasi sistem alami merupakan terbentuknya suatu kelompok-kelompok makhluk hidup secara alami.
Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles, seorang berkebangsaan Yunani pada tahun 350 SM. Beliau membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.



7.2. Klasifikasi Sistem Buatan

Dibandingkan sistem klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna, dan mudah dipahami apabila dibandingkan sistem klasifikasi sebelumnya. Klasifikasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778) yang dikenal dengan nama Carolus Linnaeus, seorang ahli botani berkebangsaan Swedia. Beliau dinobatkan sebagai “Bapak Taksonomi”.
Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus didasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut.
  1. Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup.
  2. Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu kelompok, adapun yang memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri.
  3. Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang didasarkan pada banyak sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan.
8. Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup
Untuk memudahkan dalam pengelompokan makhluk hidup yang sangat banyak ragamnya, maka disusunlah suatu aturan pengelompokan. Pengelompokan dilakukan pada tingkatan tinggi sampai ke tingkatan rendah seperti berikut ini.

8.1. Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia)

Tingkatan takson ini merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Semua hewan dimasukkan dalam kingdom Animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom Plantae. 

8.2. Filum atau Divisio (Keluarga Besar)

Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar tersebut dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam divisio untuk jenis tumbuhan. Misalnya seperti hewan yang terlihat pada Gambar diatas. 
Filum Chordata merupakan hewan bernotokorda dan hewan bertulang belakang. Ada juga hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum Arthropoda.
Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan divisio tumbuhan diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji dimasukkan dalam divisio Spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam divisio Basidiomycota.

8.3. Kelas

Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila kelompok makhluk hidup dalam divisio/filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas. 
Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui/Mamalia, misalnya anjing, kucing, kelinci, dan lain-lain. 
Adapun kelas pada tumbuhan ada dua, yaitu tumbuhan berbiji berkeping satu dan berkeping dua. Dengan demikian, tumbuhan mempunyai divisio: Spermatophyta, kelas: Monocotyledonae dan Dicotyledonae.

8.4. Ordo (Bangsa)

Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas adalah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo pada umumnya diberi akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran. 
Contoh dari hewan mempunyai ordo Carnivora (bangsa pemakan daging), Omnivora (bangsa pemakan tumbuh-tumbuhan).
Adapun pada tumbuhan contohnya kelas Dicotyledonae mempunyai ordo Graminales (bangsa rumput-rumputan), Rosales (bangsa mawar-mawaran).

8.6. Famili (Suku atau Keluarga)

Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan famili ini terdapat suatu kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama famili pada tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhiran idae
Contoh keluarga hewan, yaitu Canidae (keluarga anjing), Falidae (keluarga kucing). Contoh keluarga tumbuhan adalah Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).

8.7. Genus (Marga)

Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas satu kata yang diambil dari kata apa saja, bisa dari nama hewan atau tumbuhan, zat kandungan, dan sebagainya. Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis tegak dengan digaris bawah. 
Contoh untuk hewan adalah Canis (marga anjing), Felis (marga kucing), Taenia(marga cacing). 
Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar), Annona (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).

8.8. Species (Jenis)

Species merupakan tingkatan takson paling rendah dan menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi. Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antarsesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). 
Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga (genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya. 
Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya: Canis familaris (anjing), Taenia solium (cacing pita), Rosa gallica(mawar), Carica papaya (pepaya), Oryza sativa (padi).

Pengertian Keanekaragaman Hayati Dan Tingkatanya

Sudah kita ketahui bersama bahwasanya Keanekaragaman Hayati di Negri syurga ini, negri yang tongkat kayu dan batu menjadi tanaman, yakni Indonesia. begitu tinggi keanekaragamannya baik itu flora maupun Faunanya, hal ini tentu saja haruslah di manfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahtraan masyarakat Indonesia dan juga masyarakat Dunia. Keanekaragaman hayati adalah istilah yang di gunakan secara umum untuk derajat keanekaragaman sumberdaya alam hayati, meliputi jumlah maupun frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu daerah.
Keanekaragaman Hayati
Pada dasarnya keanekaragaman melukiskan keadaan yang bermacam-macam terhadap suatu benda yang terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal, ukutan, bentuk, tekstur maupun jumlah, Sedangkan kata hayati itu sendiri berarti sesuatu yang hidup, jadi Keanekaragaman Hayati bisa di artikan sebagai keanekaragaman atau keberagaman dari mahluk hidup yang bisa terjadi akibat adanya Perbedan-perbedaan, di antaranya perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah tekstur, penampilan dan juga sifat-sifatnya.
Keanekaragaman Hayati terkadang sering di kenal dengan sebutan biodiversitas (bahasa Inggris: biodiversity). Aspek yang berbeda dari keanekaragaman hayati semua memiliki pengaruh yang sangat kuat antara satu dengan yang lainnya, Kita mulai akan memahami hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan mereka melalui artikel ini dan penjelasan di website genggaminternet.com. Keanekaragaman juga dapat membantu kita dalam kehidupan kita sehari-hari. akan tetapi taukah kamu jika gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia yang menumpuk di atmosfer akan menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi keanekaragaman hayati di seluruh Dunia.

Macam-Macam Keanekaragaman Hayati

Jika kita sudah membahas dan mulai memahami tentang Pengertian Keanekaragaman hayati, maka sekarang kita akan melangkah ke pembahasan yang lebih Menarik lagi, yakni tentang Tingkatan-tingkatan dalam Keanekaragaman, secara pengertianya keanekaragaman hayati dapat kita pilah menjadi tiga bagian, yakni keanekaragaman gen (genetik), keanekaragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem. Untuk penjelasan secara lengkapnya mengenai Ketiga tingkatan tersebut silahkan menyimaknya di bawah ini.

1. Keanekaragaman Gen

mangga
Keanekaragaman gen merupakan variasi atau perbedaan gen yang terjadi dalam satu jenis atau spesies makhluk hidup. Keanekaragaman gen dapat menyebabkan variasi antarindividu sejenis. Contohnya Seperti keanekaragaman tanaman padi dan mangga, yang memiliki banyak sekali ragam dan jenisnya, walaupun mereka sama-sama mangga ataupun sama-sama padi. Tanaman padi terdapat beberapa macam atau varietas seperti IR, PB, kapuas, rojolele, dan sedani. Tanaman mangga memiliki banyak varietas seperti arum manis, manalagi, gadung, dan golek. Keanekaragaman mangga dan padi disebabkan oleh variasi gen, bagai mana kamu sudah mulai faham sekarang bukan.?
Perbedaan ini mampu menyebabkan sifat yang tidak tampak (genotipe) dan sifat yang tampak (fenotipe) pada setiap makhluk hidup menjadi berbeda. Variasi makhluk hidup dapat terjadi akibat perkawinan sehingga susunan gen keterunannya berbeda dari susunan gen induknya. Selain itu, variasi makhluk hidup dapat pula terjadi karena interaksi gen dengan lingkungan.
2. Keanekaragaman Spesies kucing
Keanekaragaman Spesies merupakan keragaman yang dapat di temukan di suatu kelompok maupun komunitas di suatu tempat tertentu, Perbedaan ini sangatlah mudah di bedakan karena dapat di lihat dengan mata terbuka, hal ini karena perbedaan itu begitu ketara,
Sebagai contoh agar kita mudah dalam Memahaminya, Seperti keanekaragaman yang terjadi antara kurma, sagu dan kelapa. Meskipun tumbuh-tumbuhan itu merupakan satu kelompok tumbuhan palem-paleman,akan tetapi masing-masing memiliki fisik yang berbeda dan hidup di tempat yang berbeda. Seperti kelapa tumbuh di pantai, kurma tumbuh di daerah kering dan sagu tumbuh di pegunungan basah (rawah gambut).
Jika kita melihat lagi Contoh Keragaman yang ada pada binatang, karena contoh di atas merupakan keragaman pada tumbuhan, nah contoh untuk binatang adalah : Kucing, Singa dan Harimau. Ketiga hewan teramsuk dalam satu kelompok kucing.  Akan tetapi singa, kucing dan harimau terdapat perbedaan fisik yang sangat jauh, habitat dan tingkah lakunya.

3. Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem
Keanekaragaman yang terjadi pada tingkat ekosistem merupakan akibat dari interaksi yang sangat kompleks melalui komponen biotik dengan komponen abiotik.
Interaksi biotik
Interaksi biotik dapat terjadi pada makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainya(baik di dalam jenisnya ataupun antar jenisnya) yang membentuk suatu komunitas. sedangkan Interaksi Biotik.
Interaksi abiotik
interaksi abiotik dapat terjadi antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik, yaitu suhu, cahaya dan lingkungan kimiawi, antara lain, air, mineral dan keasaman .
Dengan adanya beranekaragamnya kondisi lingkungan dan keaneka ragaman hayati, maka terbentuklah keanekaragaman ekosistem. yang mana Tiap-tiap ekosistem memiliki keanekaragaman makhluk hidup tertentu pula. Cotohnya, ekosistem padang rumput, ekosistem pantai, ekosistem hutan hujan trofik, dan ekosistem air laut. Tiap-tipa ekosistem mempunyai ciri fisik, kimiawi, dan biologis tersendiri. Flora dan fauna yang terdapat dsalam ekosistem tertentu berbeda dengan flora dan fauna yang terdapat didalam ekosistem yang lain.
Perubahan iklim Juga mempengaruhi suhu udara dan laut, panjang musim, permukaan air laut, pola arus laut dan angin, tingkat curah hujan, serta hal-hal lainnya. Perubahan ini mempengaruhi habitat dan perilaku banyak spesies yang berbeda. Banyak yang tidak akan mampu beradaptasi cukup cepat dan dapat punah. Maka dari itu Mulai sekarang adalah menjadi Tugas manusia utuk bersama-sama lebih sadar dan menjaga Lingkungan sekitar untuk Kebaikan bersama juga.
Dengan adanya artikel Pengertian Keanekaragaman Hayati  ini semoga bisa membantu adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah bisa lebih mudah lagi belajarnya, Oleh karena itu alangkah Bahagianya saya jika anda yang membaca ini mau membagikan  artikel ini kepada teman-teman atau siapa saja melalui media sosial, seperti facebook dan juga yang lainya, karena merupakan suatu kebahagiaan yang tidak dapat di lukiskan ketika apa yang kita buat, apa yang kita tulis bisa bermanfaat dan dapat membantu banyak orang, teirma kasih, kamu bisa juga membaca artikel sebelumnya yang sudah saya bagikan pada kesempatan yang lalu yakni macam-macam jaringan tumbuhan.
  BIOTIK DAN ABIOTIK
 
Pengertian Abiotik dan Komponen Abiotik| Dalam arti lingkungan abiotik dimana komponen-komponen memiliki fungsi dan peranannya yang bermanfaat dan dampak sehingga terjadinya keseimbangan lingkungan. Pertama-tama mulai dengan Pengertian Abiotik. Secara umum, Pengertian Lingkungan Abiotik adalah semua benda mati yang ada di permukaan bumi yang bermanfaat dan memberikan pengaruh dalam kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Sedangkan pada Pengertian komponen abiotik adalah komponen fisik dan kimiawi yang terdapat pada suatu ekosistem sebagai medium atau substrak untuk berlangsungnya suatu kehidupan. 

Komponen-Komponen Abiotik - Abiotik meliputi berbagai komponen-komponen yang berperan dalam keseimbangan lingkungan. Komponen-komponen abiotik adalah sebagai berikut... 
  • Udara :  Udara adalah sekumpulan gas yang membentuk atmosfer dan menyelimuti bumi. Udara bersih dan udara kering yang ada di atmosfer mengandung gas dengan komposisi permanen, yaitu 21,94% oksigen (O2); 78,09% Nitrogen (N2) ; 0,032% karbon dioksida (CO2); dan gas lain (Ne, He, Kr, Xe, H2, CH4, N2O). Selain dari itu, udara juga mengandung gas yang jumlahnya dapat berubah-ubah seperti sulfor dioksida (SO2), uap air (H2O), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3). Fungsi Udara adalah untuk menunjang kehidupan bagi seluruh penghuni ekosistem. Contohnya gas O2 yang digunakan untuk respirasi makhluk hidup dan gas CO2 yang digunakan untuk proses fotosintesis tumbuhan.
  • Air : Air mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa kimia dalam jumlah bervariasi, contohnya natrium, fosfat, kalsium, nitrit, amonium. Jumlah unsur yang terkandung dalam air bergantung dengan kualitas udara dan tanah yang dilalui air. Air dapat berubah wujud menjadi bentuk uap, cairan atau es; yang bergantung pada suhu lingkungan disekitarnya. Volume air yang ada dibumi mencapai 1.400.000.000 km kubik, yang dirinci sekitar 97% berupa air laut, 2% berupa gunung es yang ada dikedua kutub bumi, 0,75% yang berupa air tawar (mata air, sungai, danau, air tanah), dan selebihnya itu berupa uap air. 
  • Sinar Matahari : Sinar matahari adalah sumber energi dari seluruh kehidupan yang ada dibumi. Di dalam ekosistem, energi yang dialirkan dari suatu tingkat trofik ke tingkat trofik yang berikutnya dalam bentuk transformasi energi. Sinar yang mencapai permukaan bumi dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis dan diubah menjadi energi potensial dalam bentuk karbohidrat. Energi potensial yang dihasilkan oleh tumbuhan akan menjadi energi kinetik oleh hewan dan manusia.
  • Tanah : Tanah terbentuk karena proses destruktif (pelapukan batuan, pembusukan senyawa organik) dan sintesis (pembentukan mineral). Komponen tanah yang utama, yaitu bahan organik, air, bahan mineral, dan udara. Tumbuhan mengambil air dan garam-garam mineral yang ada di dalam tanah. Sementara manusia memanfaatkan tanah sebagai lahan pemukiman, peternakan, perkantoran, pertanian, pertambangan, perindustrian, dan kegiatan transportasi. 
  • Suhu : Suhu adalah derajat energi panas yang berasal dari radiasi sinar, terutama yang bersumber dari matahari. Suhu udara berbeda-beda disetiap ekosistem yang bergantung pada garis lintang (latitude) dan ketinggian tempat (altitude). Makin dekat kutub, suhu udara pun makin dingin dan kering. Suhu merupakan faktor pembatas bagi kehidupan dan memengaruhi keanekaragaman hayati disuatu ekosistem. Umumnya, makhluk hidup dapat bertahan hidup dilingkungan yang memiliki suhu 0°C-40°C. Pada suhu rendah,beberapa jenis makhluk hidup akan melakukan hibernasi (tidak aktif), namun akan aktif jika suhu kembali normal. 
  • Garam Mineral : Tumbuhan menyerap garam mineral dari dalam tanah untuk pertumbuhan. Hewan dan manusia memerlukan garam mineral yang difungsikan untuk menjaga keseimbangan asam dan basa, mengatur kerja alat-alat tubuh, dan untuk proses metabolisme. 
  • Topografi : Topografi adalah bentuk naik turun atau tinggi rendahnya suatu permukaan bumi. Topografi dapat memengaruhi keadaan iklim yang menyangkut pada suhu dan kelembapan. Topografi menentukan keanekaragaman hayati dan penyebaran suatu organisme. 
  • Kelembapan : Kelembapan dipengaruhi oleh intensitas, angin, cura hujan, dan sinar matahari. Kelembapan memengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Daerah yang memiliki tingkat kelembapan berbeda akan menghasilkan sebuah ekosistem yang memiliki komposisi yang berbeda. 
  • Derajat Keasaman (pH) : Keadaan pH tanah berpengaruhi terhadap kehidupan tumbuhan. Tumbuhan akan tumbuh dengan baik bila memiliki pH optimun, yaitu berkisar 5,8-7,2. Nilai pH tanah dipengaruhi oleh curah hujan, penggunaan pupuk, aktivitas akar tanaman dan penguraian mineral tanah.